Belajar atau Menghafal?

09-04-2015 | | 0 Komentar

menghafal pelajaran

Efektifkah Metode Menghafal

Saya tahu jawaban dari pertanyaan itu, tapi saya tidak bisa mengingatnya saat ujian. Apakah Anda pernah merasakan hal seperti itu? Itu adalah hal yang umum di hadapi oleh seorang siswa dan biasanya hal tersebut terjadi saat merek belajar dengan cara menghafal pelajaran yang mau di ujikan. Informasi yang di hafal cenderung akan cepat pudar. Jadi wajar jika seorang siswa bisa lupa saat ingin menjawab pertanyaan yang mereka hafal. Sebuah penelitian menyatakan bahwa 80% hal yang di hafal atau di ingat oleh seseorang akan pudar. Hanya 20% yang dapat di ingat oleh otak manusia.

Saat belajar dengan cara menghafal, informasi akan di simpan ke dalam short term memory di dalam otak (memori jangka pendek). Mungkin kita sering kali melihat orang yang panik tidak dapat membuat keputusan dengan tepat. Ketika manusia di landa stres, otak akan sulit untuk mengingat dalam memori jangka pendek. Tentu saja saat ujian sebagian besar siswa akan merasa stres karena mendapatkan beban mental dalam menjawab ujian. Hal yang wajar. 

Bagaimana cara belajar yang seharusnya di lakukan

Ketahui Ujung Dari Hasil Belajarmu

Mungkin terdengar sedikit aneh. Coba kita pahami dengan menggunakan contoh. Saat mempelajari matematika, tentu Anda akan mempelajari langkah-langkah untuk memecahkan masalah, tapi ujung dari belajar tersebut sebenarnya adalah memahami arti dari setiap langkah yang di pelajari, bukanlah menghafal langkah-langkahnya. Anda harus mengetahui mengapa langkah-langkah tersebut dapat menjawab suatu soal, meskipun biasanya hal ini akan di mengerti setelah menghafal langkah-langkah tersebut. Jika Anda hanya menghafal tanpa mengerti ujung dari hasil belajar, maka Anda tidak akan mampu menjawab pertanyaan yang di ubah sedikit soalnya.

Bagaimana dengan pelajaran yang kental dengan nuansa menghafal seperti sejarah. Di sini mungkin Anda menemukan berbagai kejadian atau istilah-istilah baru. Memang menghafal perlu dilakukan tetapi lebih dari itu Anda harus mengetahui definisi dari suatu istilah baru atau kejadian penting tersebut sehingga Anda dapat menghubungkannya dengan materi yang di ajarkan atau bahkan yang pernah di ajarkan sebelumnya. Contohnya saja saat Anda mempelajari kejadian Perang Dunia ke 2, Anda tidak hanya harus mengetahui tahun-tahunnya saja, tetapi juga harus mempelajari mengapa hal tersebut dapat terjadi dan mungkin ada hubungannya dengan kejadian sebelumnya Perang Dunia ke 1. Dengan cara seperti itu, Anda akan memahami sejarah dari Perang Dunia ke 2 lebih matang di bandingkan hanya menghapal tahun saja.

Pelajari (Bukan Menghafal) yang Penting

Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk membaca satu bab buku? Mungkin tidak terlalu lama jika hanya membacanya secara cepat, tetapi jika harus membacanya untuk memahami tiap kalimat yang ada di buku mungkin akan memakan waktu yang cukup banyak. Oleh karena itu, Anda harus menerapkan strategi dalam membaca agar tidak banyak hal yang tidak perlu Anda baca. Pertama-tama, coba amati judul dan subjudul dari bab yang Anda baca. Bacalah per paragraf dan setiap selesai mempelajari tiap paragraf, tutuplah mata Anda dan cobalah mengingat apa yang baru saja Anda baca. Saringlah yang tidak penting dan jangan lupa catat bagian yang penting. Lakukan hal tersebut sampai selesai satu bab. Setelah bab tersebut selesai Anda baca, maka Anda telah membuat rangkuman dari satu bab yang tentu lebih mudah untuk di ingat. Keesokan harinya, Anda hanya perlu melakukan review ulang terhadap apa yang telah Anda pelajari.

Kerjakan Soal

Terkadang mempelajari saja tidak cukup, Anda harus menguji diri Anda sendiri untuk mengetahui apakah Anda telah benar-benar memahami apa yang Anda pelajari. Seringkali saat mengerjakan soal, ternyata ada hal yang tertinggal pada saat di pelajari. Tetapi perlu diketahui, soal yang Anda gunakan untuk mengetes kemampuan Anda haruslah menantang, jika tidak tes tidak akan berguna. Cobalah cari partner untuk membuat soal atau jika tidak ada, coba kerjakan soal-soal yang ada di buku atau internet yang belum pernah Anda lihat sebelumnya.

Ajari Temanmu

Hal ini mungkin terdengar cukup aneh, apa hubungannya mengajari dengan belajar. Setelah Anda memahami suatu materi tertentu, untuk membuat pemahaman Anda lebih baik lagi, mengajari orang lain adalah pilihan yang terbaik. Mengajari orang lain dapat meningkatkan kinerja otak. Saat mengajari orang lain, otak cenderung akan berpikir cara-cara yang efektif dalam memecahkan suatu persoalan. Selain itu, biasanya saat mengajari orang lain, Anda mungkin bisa mempelajari banyak hal baru.


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar