Ingin Pintar? Perbanyak Makan Gula

08-04-2015 | | 0 Komentar

sarapan yang baik sebelum ke sekolah

Glukosa dan Ingatan

"Dimana ya saya menaruh kunci tadi?" Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering kali terjadi bahkan pada orang yang masih muda sekalipun. Lupa memang adalah hal yang umum terjadi, tetapi mungkin sedikit aneh jika hal tersebut terjadi pada seseorang yang masih sangat muda. Hal tersebut tentu sangat menyusahkan seorang Anak di dalam sekolah. Bayangkan saat seorang Anak sedang ujian dan dia lupa cara mengerjakan soal yang ada di soal. Atau seorang siswa tidak dapat fokus mengikuti pelajaran di kelas. Tentu hal tersebut akan berdampak pada nilai dan perkembangan si Anak. Cobalah membuat sarapan lebih banyak glukosa untuk Anda maupun anak Anda yang akan bersekolah.

Sangat masuk akal bahwa glukosa atau gula dapat menyebabkan otak lebih aktif bekerja. Glukosa memang merupakan bahan bakar nomor satu bagi tubuh manusia khususnya otak. Walaupun pernyataan tersebut dapat di sanggah karena tubuh manusia sebenarnya dapat mengatur jumlah glukosa yang bisa dibawa oleh darah ke otak. Namun banyak orang yang merasakan bahwa glukosa dapat berefek pada memori atau ingatan seseorang. Tapi, apakah benar glukosa dapat memperkuat kerja otak?

Glukosa dapat Membuat Pintar?

Sebuah tulisan ilmiah pada tahun 2011 menyimpulkan bahwa glukosa ternyata  memiliki efek penting bagi kinerja kognitif pada otak. Dalam artikel The Psychologist, Michael Smith sang penulis menggunakan tulisan ilmiah tersebut dalam hal praktis. Dia mencoba meneliti hubungan glukosa dengan memori dan kecerdasan manusia di kalangan remaja. Dia mencoba meneliti dengan cara memberikan orang yang di uji coba dengan minuman glukosa. Selanjutnya dia menyuruh mereka untuk mengingat sejumlah kata 20-40 menit setelah meminum glukosa tersebut. Hasil dari penelitian tersebut adalah mereka yang mengkonsumsi glukosa ternyata ada peningkatan terhadap memori dari orang yang mengkonsumsi glukosa tersebut. Namun, bukti tersebut tidaklah cukup

Namun, bukti tersebut tidaklah cukup. Mungkin hal tersebut adalah efek placebo saja. Oleh karena itu, penelitian dilanjutkan dengan tes selanjutnya dengan melibatkan dua jenis makanan sarapan. Para peneliti menggunakan GI (Glycaemea Index) untuk mengukur tingkat glukosa dari sebuah makanan. Mereka membandingkan memori para anak-anak muda yang mengkonsumsi GI yang rendah yaitu havermout (oat meal) dengan susu di bandingkan dengan GI yang tinggi seperti cornflake (seperti coco crunch) dengan susu. Hasilnya adalah mereka yang mengkonsumsi GI yang tinggi cenderung memiliki memori lebih baik di bandingkan mereka yang mengkonsumsi GI rendah. Terbukti makanan mengandung glukosa dapat membuat orang menjadi lebih pintar

Namun perlu Anda perhatikan semakin tinggi index GI dari suatu makanan akan semakin tinggi kandungan glukosa di dalamnya. Makanan-makanan seperti itu sebenarnya tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu sarapan menggunakan makanan yang mengandung glukosa rendah lebih baik untuk kesehatan sekaligus dapat menambah fokus seorang Anak di sekolah.


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar