Kemdikbud: Tingkatkan Kualitas SDM Melalui Film

07-04-2015 | | 0 Komentar

film edukatif

Film merupakan industri kreatif yang sangat besar. Di eropa sendiri, industri perfilman telah menjadi mesin perekenomian yang banyak menghasilkan banyak keuntungan bagi negara tersebut. Di Indonesia, industri perfilman memang masih jauh di bandingkan dengan film-film Amerika, tetapi industri ini tengah berkembang pesat walaupun sebelumnya sempat lesu. Terbukti mulai muncul film-film berkualitas dari Indonesia yang muncul di layar lebar.

Film untuk Edukasi

Film sebagai sebagai metode belajar yang menarik. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Anies Baswedan nampaknya setuju dengan hal tersebut. Industri kreatif perfilman sendiri ada di bawah Direktorat Jendral Kebudayaan, yang artinya ada di bawah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kita, Anies Baswedan. Beliau ingin menggunakan film sebagai instrumen pembelajaran yang dapat di gunakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Sebuah film, dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, begitulah kira-kira menurut menteri Indonesia yang satu ini.

"Gagasan besar harus di tuangkan di situ (di dalam film)", ucap Anies. Beliau ingin menggunakan instrumen film untuk membangkitkan rasa nasionalisme dan kepercayaan diri bangsa Indonesia. Sama seperti halnya banyak film-film Amerika yang mengambil tema Perang Vietnam. Perang tersebut sendiri sebenarnya di menangkan oleh Vietnam, tetapi mereka mengambil tema tersebut dengan maksud menyampaikan nilai-nilai tertentu seperti rasa percaya diri, kecintaan dan nasionalisme terhadap bangsa. Di Indonesia sendiri mungkin hal seperti itu sudah luntur dan Anies berencana film dapat dijadikan wadah untuk memberikan informasi dan edukasi khususnya dalam hal nasionalisme. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik melalui industri kreatif.

Bioskop Keliling Menjadi Fokus Anies

Tidak lupa, Anies Baswedan mengajak rakyat Indonesia untuk menonton Tjokroaminoto yang mulai tayang pada 9 April 2015 di bioskop. Tjokroaminoto sendiri mengisahkan cerita seorang pahlawan Indonesia pada jaman dahulu bernama H.O.S Tjokroaminoto. Unsur-unsur nasionalisme sangat banyak di dalam film tersebut.

Di Indonesia, terdapat 780 bioskop keliling, Anies Baswedan mengungkapkan, idealnya Indonesia harus memiliki sekitar 5000 bioskop di seluruh Indonesia. Hal tersebut akan menjadi fokus Anies Baswedan dalam rangka meningkatkan gagasan-gagasan besar yang bersifat edukatif melalui film ke dalam metode peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Dengan banyaknya bioskop keliling sendiri otomatis perfilman Indonesia semakin mendapatkan banyak ruang untuk semakin berkembang.

Bagaimana menurut kalian, kebijakan oleh Bapak Anies Baswedan yang satu ini? Setuju atau tidak, film memang merupakan instrumen yang sangat baik dalam mengkampanyekan sesuatu. Bidang edukasi pun tidak terlepas di dalamnya.

(Sumber: Kemdikbud)


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar