Perlukah Membantu Anak yang Sudah di Sekolah Menengah?

31-03-2015 | | 0 Komentar

foto orangtua dan anak

Membantu anak dalam mengerjakan pekerjaan rumah memang adalah salah satu hal yang harus di lakukan oleh setiap orang tua. Ketika seorang anak masih di jenjang sekolah dasar atau yang lebih kecil, tempat bertanya mereka mungkin hanyalah guru dan orang tua. membantu mereka mengerjakan PR masih sangat mudah. Materi pelajaran pun masih sangat dasar, sehingga orang tua tentu tidak memiliki kesulitan dalam membantu mereka.

Anak yang masih di jenjang SD atau TK cenderung cenderung masih terlalu bergantung pada orang tua sehingga orang tua perlu mengatur waktu mereka kapan untuk belajar atau mengerjakan PR. Namun, seiring bertumbuhnya seorang Anak, semua akan mengalami perubahan.

Namun, ketika seorang Anak memasuki jenjang Sekolah Menengah, tugas-tugas dari sekolah mulai semakin banyak dan materinya pun semakin sulit. Berbagai variasi tugas mulai muncul seperti tugas untuk presentasi hingga tugas berkelompok. Anak Sekolah Menengah pun sudah mulai tidak bergantung pada orang tua dan mereka cenderung rebel karena memang pada masa-masa itu adalah masa mereka mencari jati diri mereka. Orang tua mulai kehilangan kontrol dalam membantu kegiatan akademis mereka khususnya dalam hal PR.

Apakah Orang Tua masih bisa membantu dalam hal PR?

Justru  pada masa-masa seperti inilah orang tua harus tetap membantu anak-anak mereka dalam kegiatan akademis khususnya mengerjakan PR. Tapi perlu diperhatikan cara orang tua dalam membantunya tidaklah sama dengan pada saat anak mereka masih di TK ataupun SD.

Menyuruh mereka atau membuat jadwal untuk mereka mungkin sudah tidak relevan. Banyak orangtua yang salah dalam melakukan pendekatan ini. Banyak dari mereka hanya mengomel pada anaknya yang justru membuat hubungan orangtua dan anak semakin tidak baik. Bertengkar karena masalah mengerjakan PR tidaklah baik. Daripada bertengkar cobalah untuk lebih bernegosiasi dengan Anak. 

Gunakan juga metode memberikan reward atau hadiah. Metode ini jarang di gunakan oleh para orang tua tapi metode ini masih relevan untuk di gunakan saat ini. Beri mereka hadiah makanan kesukaannya jika berhasil mengerjakan PR selalu tepat waktu. Atau janjikan mereka untuk berlibur ke suatu tempat saat mereka mendapat nilai bagus di sekolahnya. Hal-hal tersebut bisa jadi motivasi bagi mereka untuk terus maju.

Pada intinya yang harus di lakukan oleh orang tua adalah mereka harus dapat menanamkan pada anaknya agar mereka berinisiatif dalam mengerjakan tugas-tugas yang di berikan kepadanya. Hindari kata-kata menyuruh karena menyuruh hanya akan membuat sifat memberontak mereka keluar, ingat mereka ada di masa-masa mencari jati diri. Melainkan gunakanlah pendekatan lain yang lebih halus. Misalkan ketika mereka terlihat malas mengerjakan PR, cobalah duduk di sampingnya dan cobalah memberi semangat untuk mengerjakan PR. 

Dengan sifat inisiatif tentu selain seorang Anak lebih bertanggung jawab terhadap sekolahnya, tentu hal tersebut akan menumbuhkan sifat mandiri yang akan berguna bagi kehidupan mereka.


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar