Gamifikasi, Tren Baru dalam Dunia Pendidikan

27-03-2015 | | 0 Komentar

game pendidikan

Kreativitas, kepuasan, kagum, heran, gembira, penasaran, bangga, terkejut, lega, dan santai. Ini adalah sepuluh emosi yang mungkin para pecinta game rasakan saat bermain game kesukaannya. Begitulah kata Jane McGonigal dalam Reality is Broken: Why Games Make Us Better and How They Change the World

Bermain game memang menyenangkan. Bermain game selalu lebih menyenangkan di bandingkan dengan belajar di sekolah. Mungkin 10 emosi yang di rasakan para pemain game adalah penyebabnya mengapa bermain game dapat membuat seseorang lupa waktu. Oleh karena itu sering kali bermain game di anggap hal yang mengganggu prestasi di sekolah. Tapi coba perhatikan, apakah guru-guru memberikan emosi-emosi tersebut saat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya di dalam kelas? Coba bayangkan bagaimana jika belajar di sekolah bisa menyenangkan dan membuat seseorang lupa waktu seperti saat bermain game.

Perkembangan teknologi yang semakin maju memunculkan banyak video game yang semakin terlihat nyata. Dengan kekuatan dari bermain game itu, kini tren memanfaatkan game di berbagai bidang kehidupan mulai di terapkan. Hal tersebut sering di sebut dengan gamifikasi. Di bidang promosi misalnya, ada beberapa produk minuman di Indonesia membuat suatu game untuk mempromosikan produknya. Begitu juga dengan bidang pendidikan. Saat ini juga banyak sekali aplikasi-aplikasi di bidang pendidikan yang bisa di gunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Gamifikasi pada bidang pendidikan sekarang mulai menjadi tren bagi dunia pendidikan di daerah Barat. Dengan konsep mengejar poin untuk mendapatkan achievement tentunya membuat belajar lebih menyenangkan. Ingat saat bermain game ada 10 emosi yang di rasakan oleh para pemainnya. Saat di kombinasikan dengan belajar tentunya belajar akan lebih menarik dan menyenangkan.

Di Indonesia sendiri gamifikasi di bidang pendidikan masih sangat sedikit. Ada beberapa aplikasi seperti tanya jawab tentang pendidikan dengan tujuan mengumpulkan poin ataupun beberapa permainan pendidikan dalam gadget. Tetapi proses gamifikasi tersebut masih di luar sekolah. Di dalam sekolah masih sangat jarang penggunaan metode gamifikasi, walaupun sudah ada beberapa sekolah yang menerapkan teknologi di sekolahan mereka.

Mengapa demikian?

Kemungkinan gamifikasi masih kurang populer di Indonesia adalah karena pencipta aplikasi pendidikan dari Indonesia sendiri masih kurang banyak dan juga paradigma bahwa game itu mengganggu belajar. Di tambah lagi dengan banyaknya guru dan tenaga pengajar yang tidak fasih dalam penggunaan teknologi terkini.

Mungkin saat ini Indonesia belum terlalu siap untuk dapat memanfaatkan gamifikasi di dalam sekolah-sekolah. Tapi melihat perkembangan Indonesia, di harapkan teknologi dan gamifikasi dapat segera masuk ke lingkungan sekolah karena banyak sekali manfaat yang bisa di dapat dengan metode menggabungkan permainan ke dalam kegiatan belajar mengajar ini.


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar