Jangan Puji dengan Berlebihan Anak Anda

23-03-2015 | | 0 Komentar

cara memuji Anak yang benar

Memuji Anak Anda yang masih kecil terkadang tidaklah selalu berdampak baik. Seringkali orang tua memuji Anaknya yang masih balita tanpa alasan yang jelas. Bahkan kebiasaan tersebut terkadang terus berlanjut sampai anak tersebut dewasa. Mungkin itu adalah cara menunjukkan rasa sayang mereka terhadap anaknya, tetapi hal tersebut bisa berdampak buruk bagi perkembangan Anak.

Tidak salah memang memberikan pujian pada anak, tetapi ketika orang tua memberikan terlalu banyak pujian kepada mereka pada waktu yang tidak tepat, anak-anak mereka akan cenderung menjadi narsis. Harga diri mereka menjadi terlalu tinggi dibandingkan teman-teman mereka. Sifat sombong bisa berkembang pada diri mereka. Mereka juga cenderung menginginkan perlakuan khusus dari orang lain.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh National Academy of Sciences terhadap 565 anak-anak berumur antara 7 sampai 12 tahun, para peneliti menemukan bahwa menerima pujian dari orang dewasa secara berlebihan dapat menumbuhkan sifat-sifat buruk seperti egois, mementingkan diri sendiri, dan kesombongan. Dan memberikan pujian terlalu berlebihan dapat membuat otak mereka menyaring pujian tersebut sehingga ekspresi cinta orang tua terhadap Anak justru tersaring dan tidak di rasakan sang Anak.

"Perilaku narsistis pada Anak adalah hasil overvaluasi dari orang tuanya. Mungkin Orangtua mereka percaya anak mereka lebih istimewa di bandingkan orang lain. Sebaliknya, percaya diri akan di dapat oleh Anak jika orang tuanya memberikan kasih sayang yang cukup." Kata Dr Sandra Aamodt.

Namun tidak semua jenis pujian pada Anak tidak baik. Jika orangtua tahu cara memuji Anak dengan benar, justru hal tersebut akan berdampak baik pada perkembangan Anak. Percaya diri yang cukup akan membantu Anak dalam beraktifitas di sekolah dan membangun hubungan sosial di lingkungannya. Dr Sandra Aamodt, menjelaskan, ada dua hasil yang terjadi pada Anak saat orangtua memuji mereka, mindset Anak akan berkembang atau tidak sama sekali.

Aamodt menunjukkan bahwa orang tua yang memuji Anaknya terhadap prestasi yang mereka raih akan mendorong mindset mereka lebih berkembang. Dalam studinya, Aamodt menemukan hubungan dari pujian ini dengan prestasi Anak. Ketika orangtua memuji ketekunan seorang Anak, mereka cenderung menunjukkan hasil akademis yang lebih baik (seperti nilai yang lebih baik). Dengan kata lain, memuji fakta yang terjadi pada Anak akan berdampak sangat positif terhadap perkembangan Anak. Sebaliknya memuji tanpa alasan justru akan berdampak negatif.

Jadi kesimpulannya, cara memuji Anak yang benar adalah dengan memuji Apa yang telah mereka raih bukan memuji setiap hal yang mereka lakukan. Hal yang terlalu berlebihan memang selalu berdampak hasil yang tidak baik.


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar