UN 2015, Ujian Online

03-02-2015 | | 0 Komentar
ujian nasional online

Tahun ini, Kemdikbud membuat terobosan baru dalam memperbaiki sistem ujian nasional. UN tidak lagi menjadi sebagai syarat kelulusan. Kemdikbud juga merintis pelaksanaan UN online. Tahun 2015 sejumlah sekolah pada jenjang SMP, SMA, dan SMK ditunjuk sebagai perintis piloting penyelenggaraan Ujian Nasional Online ini. Sekolah lainnya masih akan tetap melakukan UN secara offline. Kemdikbud merencanakan di tahun ajaran 2019/2020, semua sekolah akan melaksanakan Ujian Nasional secara Online.

Wacana Ujian Online ini sebenarnya sudah direncanakan sejak beberapa tahun yang lalu, tetapi baru dilaksanakan tahun ini. Usulan tersebut dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai kendala dan kecurangan pada pelaksanaan UN secara manual. Tahun 2013, waktu pelaksanaan UN di sejumlah daerah diundur karena soal yang belum diterima oleh panitia UN, naskah soal yang rusak, masih ada kasus kebocoran, kecurangan, dan kesalahan dalam kode soal UN sehingga merugikan peserta UN. Oleh karena itu, UN Online menjadi sebuah upaya untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.

Apa sih keunggulan ujian Online?

  • Menghemat Anggaran, anggaran UN yang jumlahnya mencapai ratusan milyar tersebut dapat ditekan. Kebutuhan untuk mencetak soal tidak diperlukan lagi. Kemdikbud hanya memerlukan server dan internet yang tangguh.
  • Jumlah keterlibatan personil akan lebih sedikit. Proses pencetakan master soal UN tidak lagi memerlukan banyak orang seperti saat ini. Jumlah pengawas juga bisa lebih diefektifkan, dalam artian walau pelaksanaan UN perlu diawasi mulai dari tahap persiapan sampai pelaksanaannya, tetapi jumlah personil yang terlibat dalam pelaksanaan UN bisa ditekan.
  • Praktis. Ujian Online ini akan membuat semua hal menjadi lebih praktis baik bagi panitia, pengawas ataupun peserta. Mereka tidak perlu di repotkan dengan banyaknya kertas soal dan LJK. Cukup mengerjakannya di komputer, laptop, atau gadget.
  • Meminimalisasi kecurangan dan kebocoran naskah soal atau kunci jawaban UN. Dengan UN Online, soal dapat di bikin sedemikian variatif (misalnya urutan soal yang keluar tiap anak berbeda) sehingga akan lebih sulit untuk terjadinya kebocoran. Selain itu peserta pun akan lebih sulit dalam mencontek.
  • Hasilnya dapat diketahui secara cepat. Dengan komputer, penghitungan benar dan salah dapat dilakukan dengan sangat cepat dan tepat.

Namun, tentunya perubahan sistem ini pasti membutuhkan perhatian khusus untuk Kemdikbud. Kemdikbud harus dapat menyiapkan infrastruktur yang baik, kekuatan server dan internet yang baik , komputer dan laptop yang cukup memadai bagi peserta UN, admin yang terlatih, dan juga alur kerja bagaimana sistem online ini berjalan. Banyak sekali PR untuk Kemdikbud jika ingin membuat sistem ujian online ini berhasil.

(dikutip dari berbagai sumber)


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar