Mengapa Pluto Bukan Planet

10-03-2015 | | 0 Komentar

planet kerdil pluto

Anda yang bersekolah di tahun 90an atau 2000an awal tentu pernah belajar mengenai tata surya. Ya, tata surya adalah pelajaran mengenai bintang, planet dan lain sebagainya. Pada tahun-tahun tersebut ada 9 planet yang diakui saat itu, salah satunya adalah planet Pluto. Planet paling ujung yang mengorbit matahari yang pernah diketahui saat itu.

Astronom Amerika Clyde Tombaugh menemukan Pluto pada tahun 1930 saat ia berumur 22 tahun. Semenjak saat itu, Pluto dianggap sebuah planet ke 9 dalam tata surya kita hingga 2006. Ada apa dengan tahun 2006? Pada tahun tersebut Pluto dikeluarkan dari daftar planet oleh para ilmuwan dunia. Hal tersebut dilakukan karena mereka sepakat merubah definisi dari sebuah planet. Setelah perubahan definisi itu, Pluto ternyata tidak lagi sesuai dengan definisi sebuah planet.

Sejak penemuannya pada tahun 1930, Pluto memang meninggalkan sedikit teka-teki:

  • Pluto jauh lebih kecil dari planet lainnya, bahkan lebih kecil dari bulan. Mungkin akan timbul pemikiran bahwa mengapa bulan tidak di anggap planet.
  • Pluto memiliki tekstur pada dan berbatu, seperti planet terestrial (Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars). Namun, tetangga terdekatnya (Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus) adalah planet gas . Karena alasan ini, banyak ilmuwan yang percaya bahwa Pluto berasal dari tempat lain, tetapi entah mengapa dia kini terjebak dalam gravitasi Matahari. Beberapa astronom lainnya pernah berteori bahwa Pluto pernah menjadi salah satu bulan Neptunus.
  • Orbit Pluto tidak menentu. Planet-planet di tata surya kita semua mengorbit Matahari dengan bentuk yang relatif datar. Namun lain halnya dengan Pluto, ia mengorbit matahari dengan membentuk orbit yang sangat elips. Bahkan terkadang Pluto dapat memotong orbit Neptunus.
  • Salah satu bulannya, Charon, memiliki ukuran sekitar setengah ukuran Pluto. Beberapa astronom telah merekomendasikan bahwa dua benda diperlakukan sebagai binary system daripada planet dan satelit.

Fakta-fakta ini membuat perdebatan panjang atas alasan menjadikan Pluto sebagai planet. Pada tanggal 24 Agustus 2006, International Astronomical Union (IAU), sebuah organisasi astronom profesional, telah sepakat mencabut status planet Pluto. IAU mengeluarkan pernyataan untuk mengubah definisi planet melalui resolusi 5A.

Berikut isi resolusi 5A:

Planet adalah benda angkasa yang (a) mengorbit Matahari, (b) memiliki massa yang cukup untuk menjaga gravitasinya sehingga dapat membentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat), dan (c) memiliki tetangga yang jelas di sekitar orbitnya.

Pluto memiliki bentuk bulat dan mengorbit Matahari, tetapi tidak memenuhi seluruh kriteria karena orbitnya melintasi orbit Neptunus. Namun ada kritik yang berpendapat bahwa planet-planet lain di tata surya, termasuk bumi, masih sering dikunjungi tetangga yang tidak dikenal di sekitar orbitnya. Bumi, misalnya, secara rutin bertemu asteroid di dekatnya.

Pada resolusi ini juga, definisi baru dibentuk yaitu planet kerdil (dwarf planet) dan juga benda langit kecil lainnya. Menurut definisi, planet kerdil adalah planet yang mengorbit matahari, memiliki massa yang cukup untuk dapat memiliki bentuk hampir bulat, tidak memiliki tetangga yang jelas di orbitnya, dan bukan sebuah satelit.

Dengan demikian hasilnya kita memiliki benda langit sebagai berikut:

  • Planet: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus
  • Planet kerdil: Pluto, Ceres (sebuah objek di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter), 2003 UB313 (Lebih jauh dari Pluto)

Ilmu pengetahuan selalu berkembang. Untuk itu kita tidak boleh terlalu terpaku pada apa yang kita pelajari hari ini saja, karena mungkin besok apa yang kita pelajari sudah tidak relevan lagi.



Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar