Fakta-fakta Cyberbullying di Dunia

03-03-2015 | | 0 Komentar

kasus cyberbullying

Saat ini, media sosial menjadi bagian yang paling penting dalam kehidupan remaja. Mungkin saat ini tidak ada remaja yang tidak mempunyai sosial media seperti facebook, twitter ataupun path di Indonesia. Namun dengan aktifnya mereka di jejaring sosial sebenarnya membuat mereka rentan terhadap serangan cyberbullying. Ya, memang aktifitas tersebut marak terjadi pada jejaring sosial dan juga aplikasi-aplikasi di telepon pintar.

Cyber bullying sangatlah berbahaya. Tetapi seberbahaya apa cyber bullying itu? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, coba lihat fakta-fakta berikut.

  • Ponsel (telepon pintar) adalah media yang paling umum untuk cyber bullying. Lebih dari 80% remaja saat ini aktif menggunakan ponsel pintar yang membuat mereka lebih rentan terhadap cyber bullying.
  • 95% remaja saat ini menggunakan jejaring sosial untuk berkomunikasi dengan temannya. Hampir 43% dari anak-anak yang aktif di sosial media mengalami cyberbullying, dan 25% dari mereka telah mengalaminya lebih dari sekali. Remaja Indonesia pengguna facebook dari umur 13-18 tahun adalah sekitar 20 juta pengguna. Artinya sekitar 8 juta orang pernah mengalami cyber bullying dan sekitar 2 juta orang telah mengalaminya lebih dari sekali.
  • 70% siswa pernah melihat kasus bullying di internet. 53% anak pernah mengatakan sesuatu yang menyakitkan di internet dan 1/3 dari mereka melakukannya lebih dari sekali (sering).
  • Hanya 1 dari 10 korban cyberbullying yang memberitahukan orang tua atau wali mereka tentang kasus bullying tersebut. Mereka cenderung merasa malu atau merasa tidak akan menyelesaikan masalah mereka hanya dengan melapor. Sedikitnya laporan kasus cyberbullying ini mempersulit pemberantasan kasus tersebut.
  • Cyberbullying sangat berdampak buruk bagi kehidupan di sekolah. Perempuan, remaja yang berbeda secara seksual (misalnya gay atau lesbian) dan siswa penyandang cacat adalah yang paling rentan terhadap serangan ini. Perempuan dinilai menjadi korban dua kali lebih banyak di banding laku-laki. 9 dari 10 remaja yang berbeda secara seksual pernah mengalami bullying baik secara online maupun offline.  Sayangnya, masalah seperti ini jarang diketahui karena tidak ada yang melaporkannya sehingga tidak terlihat dilingkungan sekolah.
  • Sebagian besar sekolah tidak menyadari bahwa cyberbullying seringkali berawal dari jejaring sosial. Banyak sekolah yang tidak memiliki strategi untuk melindungi murid mereka di dunia maya.
  • Banyak orang tua yang tidak memiliki pengetahuan mengenai keamanan dalam berinternet sehingga mereka tidak tahu bagaimana cara melindungi anak mereka dari kasus cyrberbullying
  • Korban cyberbullying berpikir untuk bunuh diri 2-9 kali lebih banyak. Korban tersebut juga cenderung lebih tidak percaya diri.

Cyber bullying memang merupakan fenomena baru di dunia. Tetapi dengan melihat fakta-fakta di atas tentu kita harus mewaspadai kasus ini agar tidak menyebar di Indonesia. Lebih baik kita mencegah daripada mengobati.


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar