Cyberbullying Lebih Berbahaya dari Bullying di Dunia Nyata

23-02-2015 | | 0 Komentar

gambar cyberbullying

Teknologi semakin berkembang, telepon pintar, situs jejaring sosial, dan instant messaging telah cepat meresap di kehidupan remaja bahkan anak-anak. Teknologi ini memang memberikan kemudahan dalam mengakses informasi dan membuat komunikasi dengan keluarga dan teman menjadi lebih mudah. Namun, teknologi ini juga menjadi platform baru yang dapat disalahgunakan sehingga dapat menyiksa anak-anak atau remaja.

Cyberbullying telah menjadi perhatian khusus di beberapa negara bahkan terdapat hukum (undang-undang) sendiri untuk untuk mengatasi masalah ini. Sekolah di negara tersebut pun telah menetapkan kebijakan untuk memerangi hal tersebut.

Jika bullying di sekolah seperti yang kita kenal biasanya lebih bersifat fisik (misal pemukulan) dan ada juga yang bersifat psikologis (misal dikucilkan). Maka, bullying di dunia maya ini adalah murni bersifat psikologis. Bahkan cyberbullying bisa jadi lebih mengerikan daripada bullying di dunia nyata. Banyak hal yang dapat dikategorikan Cyberbullying, seperti:

  • Mengirim pesan email yang mengandung kebencian
  • Membuat situs web yang dimaksudkan untuk mempermalukan korban
  • Forwarding email pribadi tanpa izin
  • Mengambil foto memalukan dengan kamera ponsel dan mempostingnya di Internet
  • Membuat jajak pendapat di situs web untuk memilih memilih siapa yang jelek, cantik, gendut dan lain sebagainya.

Yang membuat cyberbullying berbahaya adalah bullying seperti ini bersifat global. Contoh kasusnya saja remaja kanada yang dipermalukan di dunia internet karena temannya memposting video tentang anak tersebut yang bergaya seakan-akan pemain starwars. Dan tentu saja temannya tersebut mempostingnya tanpa sepengetahuan remaja kanada tersebut. Atau ada juga kasus yang terjadi pada penyanyi internasional Iggy Azalea yang di bully oleh para pengguna twitter terkait kehidupan pribadinya.

Cyberbullying vs Bullying di dunia nyata

Coba kita lihat perbandingan dari kedua jenis bullying ini.

  • Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya Cyberbully ini bersifat global, bahkan berpotensi seluruh dunia. Jauh lebih luas cakupan bullying di dunia maya daripada didunia nyata.
  • Korban cyberbullying tidak dapat melarikan diri atau mencari perlindungan. Sementara itu jika di dunia nyata, korban masih bisa mencari jalan keluar misalnya mencari jalan lain agar tidak bertemu dengan pelaku bullying.
  • Lebih parahanya lagi cyberbullying bisa saja korban tidak akan pernah mengetahui siapa pelakunya. Jika di dunia nyata, pelaku bullying jelas dapat ditelusuri dengan mudah. Tetapi tidak dengan di dunia maya. Pengguna dunia maya bisa saja menyembunyikan identitasnya.
  • Sekali informasi ada di internet akan sangat susah untuk menghapusnya. Itu artinya konten untuk melakukan bullying akan sangat susah dihilangkan. 

Jadi sangat jelas fenomena baru ini sangatlah berbahaya. Jika diluar negeri cyberbullying sudah cukup marak terjadi, di Indonesia memang ada tetapi masih belum sebanyak di luar negeri sana. Sebagai pengguna internet, tentu kita semua berharap fenomena ini jangan sampai populer di Indonesia.


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar