Jika Guru Melakukan Bullying di Sekolah

23-02-2015 | | 0 Komentar

guru pilih kasih

Kasus bullying di sekolah memang sering terjadi antar siswa. Tapi tahukah kamu, guru pun bisa melakukan tindakan bullying. Bahkan tindakan tersebut terkadang dilakukan secara tidak sadar oleh si guru. Tindakan bullying yang disadari misalnya adalah guru memukul murid atau memaki murid dengan kalimat kasar. Sedangkan tindakan yang tidak disadari misalnya guru merasa sinis atau tidak suka sehingga pilih kasih terhadap salah satu muridnya.

Seringkali bullying di sekolah oleh guru ini terjadi karena sikap subjektif seorang guru. Misalnya saja si murid ini pernah melakukan kesalahan yang sulit dimaafkan oleh guru. Ataupun terjadi saat murid tidak dapat mengerti apa yang dijelaskan oleh guru padahal sudah berkali-kali dijelaskan. Memang untuk guru yang profesional hal seperti ini seharusnya dikesampingkan, tetapi tidak semua guru dapat menjadi profesional seperti itu.

Jika anak Anda takut atau menunjukkan rasa tidak suka yang berlebihan pada seorang guru, jangan-jangan sang guru melakukan tindakan bullying di sekolah entah itu di sadari atau tidak disadari. Jika hal ini terjadi, Anda harus dengan cepat menangani masalah ini. Lalu apa yang harus dilakukan sebagai orang tua?

Komunikasikan dengan guru tersebut

Cobalah konsultasi dengan guru yang bersangkutan. Anda dapat menulis surat kepadanya atau dengan bertemu langsung secara tatap muka. Jelaskan apa yang terjadi dan apa yang anda rasakan pada Anak anda. Jelaskan bagaimana Anda melihat kelebihan dan kekurangan anak Anda.Coba juga tanyakan pendapat guru tersebut mengenai sang Anak. Coba komunikasikan apa yang Anda ingin sang guru lakukan. Yang penting adalah fokus pada fakta-fakta dan tetap bersikap sopan.

Beberapa jumlah perselisihan tidak bisa dihindari.

Sebagai orang tua tentunya menginginkan hubungan yang baik antara guru dan Anak anda. Namun seringkali terjadi perbedaan pendapat. Kebanyakan orang tua melihat sang anak sebagai individu yang berbeda dengan yang dilihat oleh guru. Kebanyakan orang tua akan kecewa dengan pendapat guru. Coba lihat sudut pandang guru terlebih dahulu, bisa jadi justru anak Anda memiliki masalah yang Anda sendiri tidak pernah mengetahuinya.

Belajarlah untuk Mengungkapkan Ketidaksetujuan dengan Elegan

Dalam situasi seperti ini, emosi cenderung lebih ditonjolkan. Apalagi jika terjadi ketidaksepakatan yang bisa berdampak konflik yang serius. Akibatnya hubungan antara orangtua, murid dan guru bisa rusak. Sebagai orang tua tentu haru bisa mengungkapkan ketidaksetujuan Anda tanpa bereaksi emosional. Ketika berkomunikasi dengan guru, jelaskan dengan tenang situasi seperti yang Anda lihat dan rasakan dan jelaskan harapan Anda untuk meningkatkan hubungan orang tua, guru serta murid.

Jangan Melenceng dari Tujuan

Ketika Anda mencoba untuk menyelesaikan permasalahan antara guru anak Anda, Anda harus memiliki dua tujuan dalam pikiran: untuk menyelesaikan masalah dalam jangka pendek dan mempertahankan hubungan orangtua-guru untuk jangka panjang. Jangan terpancing emosi yang dapat menyebabkan kita lupa pada tujuan kita. Jika hal tersebut terjadi tentu saja masalah tidak akan selesai.

Carilah bantuan jika tidak dapat mengatasi masalah tersebut.

Jika tips diatas masih tidak mendapatkan titik temu, coba minta bantuan pihak ketiga misalnya kepala sekolah. Coba jelaskan situasi ini pada kepala sekolah tersebut. Jangan sampai kasus bullying di sekolah oleh guru ini terlalu lama terjadi.


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar