Apakah Anak Anda Menjadi Korban Bullying di Sekolah?

23-02-2015 | | 0 Komentar

kasus bullying di sekolah

Kasus bullying pastinya selalu menjadi momok menakutkan bagi setiap orang. Seringkali kita mendengar diberita kasus bullying di sekolah dimana ada siswa yang di keroyok, dipalak atau diancam dan lain sebagainya. Ya, di Indonesia dengan keanekaragaman budayanya pun tidak terlepas dari kasus bullying di sekolah. 

Jika Anda berpikir atau mengetahui anak Anda diganggu atau menjadi korban bullying, segeralah bertindak dan cari bantuan. Coba konsultasikan dengan pihak sekolah anak Anda, dan coba dapatkan informasi lebih lanjut. Anak yang menjadi korban bullying biasanya akan bersikap tidak seperti biasanya.

Perlu diingat, kebanyakan anak-anak tidak memberitahu orang tua mereka bahwa mereka diganggu atau menjadi korban bullying di sekolah. Mereka mungkin takut, atau mereka mungkin malu. Jadi bagaimana caranya kita mengetahuinya? Coba lihat tanda-tanda di bawah ini.

1. Pulang dengan Pakaian Sobek atau Buku Rusak

Jika hal ini terjadi pada Anak Anda, Anda boleh menaruh curiga jika dia mengalami korban bullying, walaupun dia beralasan terjatuh atau sebagainya. Kasus seperti sangat klise memang dan sering kita temukan dibanyak cerita atau pengalaman.

2. Pulang dengan Memar / Luka

Jika sang Anak pulang dengan membawa luka atau memar, coba tanyakan pada dia alasan mengapa luka ini bisa terjadi. Jika sang Anak tidak bisa menjawab pertanyaan atau terlihat gugup, bisa jadi dia adalah korban bullying.

3. Anak takut pergi ke sekolah

Seringkali korban membuat banyak alasan untuk tidak pergi ke sekolah. Dia mungkin mengatakan sakit kepala atau sakit perut yang sebenarnya digunakan untuk menghindar dari bullying di sekolah.

4. Mengambil rute Baru dari atau ke Sekolah

Sangat aneh jika sang anak mengambil rute baru apalagi rute tersebut lebih jauh untuk menuju sekolah atau pulang ke rumah. Kita perlu menaruh curiga dengan alasan mengubah rute tersebut. Jangan-jangan ditengah jalan sang Anak di intimidasi atau dipalak.

5. Sering Mimpi Buruk

Mimpi adalah bunga tidur. Tetapi seringkali mimpi menggambarkan suasana hati dari dunia nyata. Jika sang Anak sering mengalami mimpi buruk, mungkin saja ada sesuatu yang terjadi menimpanya.

6. Tiba-tiba malas sekolah (nilai menurun)

Nilai menurun bisa jadi ada tanda-tanda terjadi sesuatu pada si Anak. Apakah dia terlalu sering bermain atau jangan-jangan ada tindakan bullying yang membuatnya malas sekolah.

7. Tampak Sedih, Tertekan dan Mudah Marah

Korban kasus bullying di sekolah selalu tertekan secara mental. Hal tersebut membuat mental sang korban tidak stabil. Biasanya korban akan tampak sedih dah sering marah.

8. Sering meminta uang bahkan mencuri uang Anda

Cerita seperti ini sudah sangat umum dimana si korban bullying di sekolah diintimidasi untuk menyerahkan sejumlah uang. Dan satu-satunya cara adalah meminta uang kepada orangtua atau mencurinya (biasanya karena takut ditanyakan untuk apa).

9. Anak Terisolasi secara Sosial

Coba perhatikan apakah dia sering bermain bersama temannya? Atau jika dia pernah diundang ke pesta ulang tahun temannya. Jika hal ini sangat jarang atau bahkan tidak pernah, bisa jadi Anak anda terisolasi secara sosial. Penolakan secara sosial sendiri sebenarnya adalah korban dari kasus bullying. Ketakutan penolakan dapat menyebabkan dia untuk menjauh dari orang lain.


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar