Perkembangan Kurikulum di Indonesia Pada Tahun 2000-an

23-09-2015 | | 0 Komentar

sejarah perkembangan kurikulum di indonesia

Kurikulum merupakan kata yang tidak asing lagi dalam dunia pendidikan. Kurikulum menjadi pedoman utama bagi para pendidik dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar. Sebagai informasi, kurikulum berisi rancangan pembelajaran yang dibuat oleh kementrian pendidikan setiap tahun untuk semua lembaga pembelajaran yang ada di Indonesia. Tak ayal, informasi mengenai perkembangan kurikulum di Indonesia selalu menarik untuk digali lebih dalam. Indonesia sendiri telah berganti kurikulum sebanyak 11 kali sejak masa kemerdekaan yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013 dan 2015. Setiap tahun kurikulum mengalami perubahan-perubahan yang berbeda baik berskala kecil maupun besar. Tak jarang pergantian kurikulum setiap tahun selalu memicu berbagai pro dan kontra. Berikut ini adalah kurikulum pendidikan di Indonesia pada tahun 2000an yang notabene masih tergolong ‘baru’. 

Perkembangan kurikulum di Indonesia yang pertama adalah pada tahun 2004. Kurikulum pada tahun 2004 disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), kurikulum ini memiliki beberapa ciri-ciri yaitu berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman, kegiatan belajar menggunakan banyak metode dan pendekatan yang bervariasi. Menurut kurikulum ini, sumber belajar tidak hanya dari guru tetapi juga dari sumber-sumber lainnya yang mempunyai nilai edukatif.  Menurut KBK, ketercapaian kompetensi siswa tidak hanya secara klasikal tetapi juga individual. KBK ini juga mengharuskan setiap program pendidikan mengandung tiga unsur pokok yaitu spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk penentu berhasil tidaknya ketercapaian kompetensi siswa. Unsur yang selanjutnya adalah pengembangan pembelajaran. Unsur yang terakhir adalah pemilihan kompetensi. 

Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia selanjutnya terjadi pada tahun 2006. Kurikulum tahun ini berubah nama menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP merupakan perangkat yang berisi himpunan hasil pengembangan dari semua mata pelajaran. Tahun ini juga menjadi tonggak awal terciptanya kompetensi dasar dan standar kompetensi sebagai pedoman utama dalam proses pembelajaran. Perbedaan antara KTSP dan KBK yang menonjol terletak pada kewenangan dalam penyusunannya. Berdasarkan kewenangan, dibuatnya kurikulum ini mengacu pada pusat desentralisasi dari sistem pendidikan. Perbedaan juga terlihat dari peran guru dalam membuat program pendidikan di sekolah. Guru harus memiliki kemampuan dalam membuat penilaian dan mengembangkan silabus secara mandiri yang disesuaikan dengan kondisi sekolah dan daerahnya tetapi tetap harus mengikuti Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SK-KD) yang telah di tentukan oleh pemerintah pusat. 

Yang mungkin masih hangat dan begitu memicu kontroversi dalam dunia pendidikan adalah perkembangan kurikulum di Indonesia tahun 2013. Ini adalah kurikulum pertama yang tidak memiliki sebutan khusus seperti KBK ataupun KTSP tetapi menggunakan kurikulum 2013. Perbedaan kurikulum yang sangat mencolok terletak pada aspek penilaian dan materi pembelajaran. Dari segi penilaian, kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian yaitu aspek sikap dan perilaku, aspek keterampilan dan aspek pengetahuan. Dari segi materi, banyak penambahan dan pengurangan materi. Salah satu contoh penambahan materi adalah pada mata pelajaran matematika dan pengurangan materi pada PKN, IPS, dll. Kurikulum ini banyak menimbulkan persoalan-persoalan seperti kurang mengertinya para pendidik, materi dan penilaian yang terlalu sulit. 

Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia tahun 2015 kembali mengadopsi kurikulum pada tahun 2006 yaitu KTSP karena masih banyaknya persoalan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum 2013 di Indonesia. Jadi, selama kurikulum 2013 masih dalam tahap penyempurnaan, pemerintah menetapkan kembalinya penggunaan KTSP sebagai kurikulum untuk tahun 2015/2016 sampai dengan 2019/2020. 


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar