Seberapa Pentingkah Pendidikan Anak Usia Dini?

21-09-2015 | | 0 Komentar

pendidikan anak usia dini saat ini

Perlu Anda ketahui, bahwa pendidikan merupakan sebuah aset penting dalam menunjang kemajuan sebuah negara. Oleh sebab itu, banyak para ahli yang mengatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah fase yang penting untuk diperhatikan, baik oleh para orang tua, lingkungan ataupun pemerintah. Memang, pendidikan anak pada usia dini bukanlah  menjadi satu-satunya jalan agar anak menjadi sukses. Namun, pendidikan ini menjadi satu di antara banyak proses yang akan membantu mereka untuk mencapai hal-hal yang mereka inginkan. Di samping itu, anak yang mengenyam pendidikan usia dini biasanya akan lebih siap saat terjun langsung ke sekolah lanjutan yang sifatnya lebih formal.

Menurut beberapa pakar politik, pendidikan anak usia dini adalah sebuah strategi pemerintah dalam  pembangunan sumber daya manusia berkarakter yang  memang diupayakan sedari dini. Oleh karena itu, kita sering mendengar bahwa pendidikan di usia-usia dini seperti ini merupakan usia emas, di mana di usia saat itulah anak akan berkembang menjadi sosok yang bisa bersaing, baik dalam ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Pentingnya pendidikan anak pada usia dini juga di kemukakan salah satu dari perwakilan Bank Dunia kepada Indonesia, yang mana disebutkan bahwa anak-anak yang memperoleh pendidikan di usia dini akan memiliki kemampuan sosial serta emosional, perkembangan fisik serta nilai kognitif yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan anak di usia dini tersebut. 

Layanan pendidikan anak usia dini yang diberikan pemerintah kepada masyarakat yang kurang mampu memang bertujuan untuk membentuk kapasitas anak yang mampu bersaing saat memasuki sekolah dasar nantinya. Sekedar informasi, hasil penelitian yang pernah dilakukan beberapa ahli mengatakan bahwa orang dewasa akan mengalami perkembangan kapabilitas kecerdasan sebesar 50% di usia 4 tahun. Kemudian perkembangan akan terjadi kembali dengan sangat pesat di usia 8 tahun dan mencapai titik puncak perkembangan kecerdasan di usia 18 tahun. Setelahnya, meskipun diberikan perbaikan gizi ataupun nutrisi sebanyak apapun, tidak akan berpengaruh terlalu signifikan untuk perkembangan kognitifnya. Maka dari itulah, usia dini sebut sebagai masa keemasan manusia. 

Seperti yang telah disebutkan tadi, perkembangan kapabilitas kecerdasan anak akan dimulai di usia 4 tahun, yang mana merupakan masa kritis setiap anak untuk mulai menangkap segala informasi dengan baik, dan tentunya akan berpengaruh sangat besar dengan masa-masa perkembangan selanjutnya. Peran pendidikan anak usia dini inilah yang ditujukan untuk perkembangan otak anak di awal umur keemasan tersebut. Dengan adanya pendidikan di awal usia keemasan tersebut, anak akan mampu menghadapi masa-masa sekolah di jenjang berikutnya. Sebab, sekarang ini telah kita ketahui bahwa pendidikan anak di usia dini seperti TK (Taman Kanak-kanak) ataupun PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) telah menyediakan pelajaran membaca, menulis dan berhitung sehingga anak bisa lebih mempersiapkan diri untuk jenjang pendidikan selanjutnya.

Pada intinya, tujuan dari sebuah pendidikan di usia dini adalah untuk menumbuh kembangkan fisik dan psikis anak, yang mana termasuk di dalamnya adalah koordinasi antara motorik halus dengan motorik kasar, perilaku sosio emosional seperti sikap, tingkah laku, kecerdasan daya pikir, kecerdasan spiritual serta komunikasi dan keunikan lainnya yang menjadi dasar perkembangan anak di usia dini. Melihat begitu pentingnya pendidikan anak usia dini, pantas saja jika setiap negara-negara besar menaruh perhatian yang cukup besar untuk mengembangkannya.



Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar