Mengingat Kembali, Sasaran dan Manfaat Bantuan Operasional Sekolah

19-09-2015 | | 1 Komentar

dana bantuan operasional sekolah

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan dana bantuan dari Pemerintah kepada Sekolah untuk membiayai kegiatan operasional sekolah dalam rangka menyukseskan program wajib belajar 9 tahun. Tujuan BOS sebenarnya adalah untuk membantu masyarakat agar mampu dalam membiayai pendidikan di tingkat dasar dan menengah pertama. Program BOS berlaku untuk Sekolah Dasar (SD), SMP, atau yang sederajat baik negeri maupun swasta. Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) pun juga mendapatkannya. Dana BOS dihitung berdasarkan jumlah siswa, karena tujuan utamanya adalah untuk meringankan beban biaya pendidikan siswa. BOS bukanlah dana untuk personalia atau belanja kepegawaian guru atau pegawai kependidikan. Kecuali pada pos-pos tertentu yang memang diperbolehkan dalam peraturan perundangan yang berlaku.

Dana Bantuan Operasional Sekolah secara khusus bertujuan untuk membantu biaya pendidikan SD, SMP, dan sederajat yaitu dengan cara membebaskan biaya operasional sekolah, membebaskan semua siswa miskin baik negeri maupun swasta dari pungutan jenis apapun, serta memberikan keringanan  pada siswa yang bersekolah di institusi/yayasan swasta dalam hal biaya operasional sekolahnya. Dana BOS biasanya disalurkan setiap tiga bulan sekali. Banyak hal yang dapat dibiayai dengan dana BOS, baik yang berupa barang, sarana prasarana, maupun kegiatan yang berhubungan langsung terhadap pendidikan. Hal-hal yang dapat dibiayai dengan dana BOS tersebut antara lain yang berkaitan dengan pembelian peralatan/ATK sekolah habis pakai, perawatan gedung sekolah, pembelian buku pelajaran, pengadaan komputer dan printer sekolah, dan biaya berlangganan daya dan jasa.

Selain itu, dana Bantuan Operasional Sekolah digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan, seperti seluruh biaya operasional dalam penerimaan siswa baru, kegiatan ulangan harian, kegiatan penunjang pendidikan (seperti persiapan ujian, remidi, pengayaan, seni, olahraga, pramuka, PMR, UKS, dan sebagainya). Dana operasional personalia tertentu juga dapat dibiayai dengan BOS, yaitu untuk membayar gaji bulanan guru honorer dan peningkatan kualitas profesi guru melalui berbagai pelatihan maupun pertemuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sarana prasarana pendidikan untuk siswa miskin juga dapat dibantu dengan BOS, di antaranya biaya transportasi ke sekolah, alat tulis, sepatu, seragam, maupun keperluan lainnya yang berkaitan dengan pendidikan. Dana operasional pengelolaan BOS itu sendiri juga dibiayai dengan dana BOS, seperti honorarium bendahara BOS, ATK, biaya transport pengambilan, maupun kegiatan administrasi surat menyurat.

Sedangkan yang tidak boleh dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah yaitu untuk keperluan pembangunan gedung baru, membeli peralatan yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan, perbaikan gedung kategori sedang dan berat, membiayai transport dan insentif rutin dan cuma-cuma kepada guru, biaya kegiatan yang telah dibiayai dengan anggaran pusat, maupun kegiatan penunjang yang tidak berhubungan dengan operasional sekolah. Selain itu dana BOS tersebut tidak boleh  dibisniskan, misalnya saja disimpan di Bank dalam waktu yang sangat lama untuk memperoleh bunga yang besar, untuk bermain saham, maupun untuk bisnis simpan pinjam.

Dana BOS yang mulai diberlakukan sejak tahun 2005 tersebut, terbukti efektif untuk membantu masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan akan pendidikan. Apalagi bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan, BOS dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah pada program wajib belajar 9 tahun secara signifikan terhadap siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu. Pengelolaan dana BOS dari tahun ke tahun di Indonesia semakin menunjukkan kemajuan. Dengan pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah ini diharapkan akan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia sekaligus mutu sumber daya manusia yang dihasilkan dari proses pendidikan tersebut.



Share Artikel ini di Sosial Media

Login untuk memberikan komentar
smaipaiye nabire 05-02-2016 | 13:57 WIB
baru tahu ni