5 Prinsip untuk Mengajar Orang Dewasa

19-06-2015 | | 0 Komentar

mengajar orang dewasa

Mengajar orang dewasa berbeda dengan mengajar anak-anak. Sebagai dosen yang mengajar mahasiswa atau jika Anda adalah seorang guru les yang mengajar orang yang sudah dewasa tentu saja memiliki cara yang berbeda saat menghadapi anak SMA atau bahkan SD. Jika Ada memiliki siswa orang dewasa, Anda perlu mengetahui apa saja yang penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal saat mengajar mereka. Malcolm Knowles, seorang pemerhati mengenai kegiatan belajar mengajar dengan orang dewasa, telah menyampaikan 5 prinsip yang harus di lakukan saat mengajar orang dewasa. Apa saja? Lihat dibawah ini.

Pastikan Murid Anda (Dewasa) Mengerti "Mengapa" Sesuatu Terjadi

Siswa dewasa memiliki banyak motif saat ingin mempelajari sesuatu. Bisa karena merupakan kebutuhan untuk melanjutkan pendidikan atau karena memang mereka ingin mempelajari sesuatu yang baru. Ketika seseorang masuk ke dalam kelas bahasa inggris misalnya, biasanya mereka ingin mempelajari sesuatu yang baru.

Dengan demikian, prinsipnya bukan lagi tentang mengapa siswa Anda di dalam kelas Anda, tetapi tentang mengapa setiap hal yang Anda ajarkan kepada mereka merupakan bagian penting dari kegiatan belajar mereka. Coba lihat contoh berikut.

Orang dewasa cenderung ingin mempelajari sesuatu karena keputusan mereka sendiri dan mereka cenderung ingin mengetahui bagaimana suatu hal bisa terjadi.

Pahami Gaya Belajar Masing-masing Siswa

Secara umum ada 3 jenis gaya belajar pada seorang siswa, yaitu visual, auditori, dan kinestetis. Gaya belajar visual dimana seorang siswa akan cenderung mempelajari sesuatu dengan mengandalkan indera pengelihatan mereka, gaya belajar auditori adalah cara belajar seseorang yang dapat memahami sesuatu dengan memanfaatkan indera pendengaran dan kinestetis adalah cara belajar dengan memanfaatkan gerakan fisik.

Setiap orang pasti memiliki gaya belajar gabungan dari ketiga gaya belajar tersebut (tentu saja karena mereka memiliki 5 panca indera). Namun, pasti ada yang lebih dominan. Saat Anda mengajar orang yang sudah dewasa, mereka tidak lagi seperti anak-anak yang ibarat sponge yang dapat dengan mudah menyerap apapun yang di ajarkan kepada mereka. Sebagai seorang guru, Anda perlu memahami gaya belajar yang terbaik untuk siswa Anda.

Belajar dari Pengalaman Sangat Bermanfaat

Belajar dari pengalaman bisa dari berbagai cara. Setiap aktivitas yang dilakukan seorang siswa itu adalah sebuah pengalaman bagi mereka. Cobalah buat aktivitas seperti diskusi, eksperimen, bermain peran, dan lain sebagainya.

Cara lain yang bisa di manfaatkan untuk mengajar orang yang telah dewasa adalah menghubungkan suatu materi pelajaran dengan pengalaman di kehidupan nyata. Pada orang dewasa, belajar dari pengalaman merupakan cara belajar yang sangat efektif. Selain itu dengan melakukan berbagai aktivitas akan menjaga mereka tetap semangat saat belajar.

Datanglah Ketika Mereka Sudah Siap

"Ketika murid siap, guru akan muncul", sebuah pepatah dari Buddha yang mengandung arti yang bijaksana. Tidak peduli seberapa keras seorang guru mencoba, jika siswa tidak siap untuk belajar, kemungkinan besar hal tersebut tidak akan berarti. Apa hubungannya dengan mengajar orang dewasa? Untungnya, seperti yang dijelaskan sebelumnya, siswa dewasa cenderung ingin belajar karena pilihan mereka.

Selanjutnya, tugas Anda adalah Anda harus siap untuk mendengarkan mereka. Anda harus dapat fleksibel dalam hal waktu. Mungkin siswa Anda akan bertanya pada Anda sesuatu topik secara tiba-tiba, Anda harus siap untuk mengajar mereka. Salah satu masalah yang paling sering terjadi saat mengajar orang dewasa adalah masalah jadwal. Orang dewasa tentu memiliki banyak aktivitas yang tidak mungkin bisa mereka tinggalkan, begitu juga dengan Anda. Jika Anda mengajar mereka, cobalah lebih fleksibel menyesuaikan waktu dengan mereka.

Beri Mereka Motivasi

Bagi seseorang dewasa yang sudah lama tidak merasakan bangku sekolah, pasti akan merasa canggung ketika mereka kembali masuk ke dalam ruang kelas untuk belajar. Apalagi mereka dikelilingi dengan anak-anak yang umurnya jauh dibawah mereka. Hal tersebut adalah hal yang umum terjadi.

Tugas Anda sebagai guru mereka adalah Anda harus tetap positif dan menyemangati mereka. Anda juga harus sabar dalam menghadapi mereka. Orang dewasa cenderung lebih sabar saat menjawab pertanyaan Anda. Mereka akan membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan jawaban mereka.



Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar