7 Kesalahan Umum Seorang Guru Baru

04-05-2015 | | 0 Komentar

menjadi guru baru

Sebagai seorang guru, misi utama mereka adalah untuk membantu mencerdaskan bangsa dengan memberikan pengetahuan pada murid mereka. Menjadi seorang guru kelihatannya memang mudah, tetapi ternyata tidak semudah yang Anda bayangkan. Banyak hal yang perlu di perhatikan dari teknik mengajar, hubungan interpersonal guru-murid dan lain sebagainya. 

Setiap orang pasti harus membuat langkah pertama setiap kali ingin mencapai suatu tujuan. Begitu juga dengan profesi guru. Selalu ada masa-masa bagi seorang guru mulai belajar caranya mengajar di kelas. Sebagai guru baru, seringkali mereka membuat suatu kesalahan yang umum sehingga mempersulit mereka dalam pekerjaannya, mengajar. Bahkan tidak hanya guru baru, guru yang sudah veteran pun terkadang sering melakukan kesalahan-kesalahan ini. Seperti apa kesalahan umum tersebut? Kita lihat 10 kesalahan umum yang di lakukan oleh guru baru berikut.

Menjadi Teman dengan  Murid

Guru yang kurang berpengalaman sering melakukan kesalahan umum ini. Mereka berpikir dengan menjadikan murid teman akan membantu kegiatan belajar mereka. Memiliki hubungan baik dengan murid boleh saja, tetapi Anda harus memastikan posisi guru-murid haruslah top-down. Jangan sampai posisi guru-murid menjadi sejajar (seperti teman). Hal tersebut dapat menyusahkan Anda dalam mengontrol kelas.

Kurang Ketat dalam Peraturan

Kesalahan umum yang terjadi pada seorang guru, apalagi saat memasuki tahun ajaran baru. Guru cenderung melonggarkan peraturan. Jangan lakukan hal tersebut. Berikan hukuman yang setimpal jika murid melakukan kesalahan dan berikan apresiasi jika murid melakukan hal yang baik. Salah satu kunci menjadi seorang guru adalah disiplin.

Tidak Membuat Organisasi Kelas dengan Cepat

Organisasi di kelas seperti ketua kelas, wakil dan sekretaris akan sangat membantu Anda sebagai guru. Oleh karena itu, saat memasuki ajaran baru ingat selalu buat organisasi ini. Kebanyakan guru baru lupa untuk membentuk hal ini yang berakibat mereka harus mengurus berbagai hal yang sebenarnya dapat dibantu oleh organisasi kelas tersebut.

Kurang Komunikasi dengan Para Orangtua Murid

Guru baru mungkin gugup atau malu untuk berkomunikasi dengan orangtua murid. Ini adalah kesalahan umum yang sangat sering terjadi. Berkomunikasi dengan orangtua murid sangatlah penting. Bagaimanapun juga, orangtua lebih mengetahui anaknya. Dengan berkomunikasi dengan orangtua murid anda bisa mendapatkan banyak masukan untuk strategi Anda di dalam kelas.

Terlibat Politik di Sekolah/Kampus

Seperti halnya di dunia kerja perkantoran, di sekolah pun terkadang terdapat politik seperti gosip, kasus personal dan lain sebagainya. Ingat tujuan Anda adalah mengajar bukanlah berpolitik, jangan terlibat dalam politik di sekolah.

Bekerja Terlalu Keras

Memiliki profesi baru mungkin sangat menyenangkan, tapi jangan sampai hal tersebut membuat Anda melupakan kondisi tubuh Anda. Anda boleh saja bekerja keras tapi jangan sampai Anda lupa dengan kesehatan dan keluarga.

Tidak Bertanya

Entah karena malu atau alasan lainnya, guru baru seringkali tidak bertanya pada orang lain saat mereka tidak mengerti suatu hal. Jika Anda adalah guru baru, cobalah bertanya apa yang Anda tidak mengerti kepada guru yang lebih senior. Hal tersebut akan banyak membantu Anda. Anda dapat memperoleh banyak masukan dari guru senior yang telah banyak memiliki pengalaman.

Terisolasi di Komunitas

Menjadi guru, tidak hanya harus memperhatikan hubungan guru-murid, tetapi juga hubungan antar guru. Seringkali guru baru malu untuk bergabung dengan para guru yang sudah lama. Cobalah menyapa dan makan siang bersama para guru di komunitas. Memiliki hubungan baik antar guru akan membantu Anda di dunia mengajar.


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar