Minum Alkohol Menurunkan Kecerdasan?

21-04-2015 | | 0 Komentar

hubungan alkohol dan otak

Kisruh antara mengkonsumsi alkohol di Indonesia sudah lama terjadi. Ada yang mendukung memperbolehkan dalam mengkonsumsi alkohol, ada juga yang mendukung pelarangan mengkonsumsi alkohol. Orang-orang yang mendukung pelarangan alkohol biasanya berpendapat bahwa alkohol membawa banyak permasalahan seperti merusak tubuh manusia.

Banyak orang yang berpendapat bahwa meminum minuman beralkohol dapat merusak sel-sel dalam otak yang dapat berdampak pada menurunnya kecerdasan manusia. Tidak heran karena banyak peminum alkohol kelas berat yang memiliki masalah pada mental mereka seperti kesulitan berkomunikasi dan lain sebagainya. Alkohol juga sangat berbahaya pada tubuh anak yang masih belum cukup umur. Namun, apakah benar bahwa meminum alkohol dapat merusak otak?

Menurut Peneliti?

Ternyata, menurut para ahli meminum minuman alkohol tidaklah benar-benar menyebabkan kerusakan sel pada otak. Bahkan para peneliti menemukan bahwa meminum alkohol dengan jumlah yang tepat dan secara berkala dapat bermanfaat bagi kesehatan, termasuk peningkatan kemampuan kognitif, menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung. 

Para ahli telah melakukan penelitian dengan membandingkan jumlah neuron yang di temukan pada otak seorang pecandu alkohol dengan orang yang tidak meminum alkohol. Mereka menemukan tidak ada perbedaan dalam neuron neokorteks dari kedua orang tersebut.

Itu artinya meminum alkohol dalam jangka panjang tidak benar-benar mengakibatkan kerusakan sel-sel pada otak manusia. Namun, para peneliti juga menemukan alkohol ternyata merusak dendrit yang terletak pada otak kecil manusia. Kerusakan dendrit dapat menyebabkan menurunnya tingkat komunikasi antara neuron. Mereka juga menemukan alkohol tidak hanya mengurangi komunikasi antar neuron, tetapi juga dapat merubah strukturnya. Namun hal tersebut tidaklah benar-benar menurunkan kecerdasan manusia.

Nyatanya, dalam penelitian alkohol terhadap otak tikus, ditemukan bahwa otak dapat mengobati dirinya sendiri setelah meminum alkohol secara berlebihan. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kekurangan vitamin B yang di sebut tiamin. Kekurangan dari zat tersebut dapat menyebabkan sindrom Wernicke-Korsakoff, gangguan neurologis yang serius yang dapat menyebabkan kehilangan neuron di otak. Sindrom ini ditandai dengan masalah dengan ingatan, amnesia dan menurunnya kemampuan koordinasi otot. Namun dalam hal ini, kerusakan sel otak dan penurunan kecerdasan manusia di sebabkan oleh defisiensi tiamin bukan karena penggunaan alkohol yang sebenarnya.

Tetapi, bukan berarti Anda dapat mengabaikan potensi bahaya dari alkohol. Meskipun alkohol tidak membunuh sel-sel otak, penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi alkohol secara berlebihan selalu menganggu neurogenesis atau pembentukan sel-sel otak baru.

Jadi kesimpulannya, meminum alkohol tidaklah merusak sel otak secara langsung, tetapi meminum alkohol secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan tubuh Anda yang mungkin pada akhirnya dapat menurunkan tingkat kecerdasan Anda. Menurut para peneliti, mengkonsumsi alkohol boleh saja asal tidak berlebihan.

(Sumber: Dari berbagai sumber)


Share Artikel ini di Sosial Media

Belum ada komentar. Jadilah yang Pertama Memberikan Komentar
Login untuk memberikan komentar